Sejarah Peradaban Islam

Sejarah Kebudayaan Islam:
Analisis Periodisasi
Pendahuluan
“We cannot not periodize,” argues Fredric Jameson in a maxim several times discussed in this collection. Periodization, Jameson suggests, proves essential to the very business of thinking historically: without borders marking off points of temporal difference, it would be impossible to conceive or express historical change.
Periodisasi merupakan keharusan dalam berpikir secara kesejarahan. Penandaan terhadap perbedaan keadaan kelompok manusia atau obyek sejarah lainnya dalam waktu tidak bisa tidak dilakukan oleh orang yang melihat sejarah, karena pada hakekatnya sejarah adalah perubahan. Perubahan itu terjadi terus menerus: ada yang cepat dan massif, tetapi lebih banyak yang pelan dan kecil-kecil sampai nantinya melahirkan wajah-wajah yang berbeda jauh dari wajah yang ada sebelumnya. Pernyataan mengenai wajah-wajah yang berbeda jauh inilah periodisasi.
Dasar-dasar Periodisasi
Periodization, as many of our contributors suggest, is a template for dividing up not only time but also place.
Tanda-tanda zaman:
Kekuasaan politik
Peristiwa besar
Perubahan besar dalam kehidupan manusia
Warna kehidupan
Kelompok manusia
Ruang hidup
Periodisasi klasik
(1) عهد النبي (صلعم) من 610 إلى 632م.
(2) عصر الخلافة الراشدة من 634 إلى 660م، (10-41 هـ).
(3) عصر الخلافة الأموية من 661 إلى 745م، (41-127 هـ).
(4) عصر الخلافة العباسية من 750 إلى 1516م، (132-922 هـ).
(5) وخلال هذه الخلافة قامت الخلافة الفاطمية، التي حكمت مصر والشام أساسا من 909-1160م (793-555 هـ).
(6) وانتهى الأمر إلى السلطنة العثمانية التي كانت قد بدأت 1281م واستمرت حتى 1517م (680-918 هـ)، وهى سلطنة عادية، ثم شرعت تدعى أنها السلطنة الإسلامية، التي ورثت الخلافة من 1517-1924م (927-1343 هـ).
Ashmawi mengajukan penyempurnaan untuk setelah masa Khilafah Rāsyidah sbb:
(1) العصر الأموي: ويتضمن حكم معاوية ابن أبى سفيان ثم يزيد ابن معاوية ثم معاوية ابن يزيد (166-683 م)، 41-64 هـ.
(2) العصر المروانى، ويبدأ بمروان ابن الحكم وينتهي بمروان ابن محمد (683-745 م)، 64-127 هـ
(3) العصر العباسي الأول، ويبدأ من قيام الخلافة العباسية إلى سيطرة الترك على الحكم (750-842 م)، (132-232 هـ)، ويمكن أن يسمى بالعصر الفارسي الأول.
(4) العصر العباسي الثاني، ويبدأ بخلافة المتوكل على الله العباسي وينتهي بظهور الدولة البويهية (847 _ 944 م)، (232-334 هـ)، ويمكن أن يسمى بالعصر التركي الأول.
(5) العصر العباسي الثالث، ويبدأ باستقرار الدولة البويهية وينتهي بدخول السلاجقة إلى بغداد 946-1055 م، (334-447 هـ)، ويمكن أن يسمى بالعصر الفارسي الثاني.
(6) العصر العباسي الرابع، ويبدأ بدخول السلاجقة إلى بغداد وينتهي بدخول المغول إليها (1055- 1256 م)، (447-656 هـ) ويمكن أن يسمى بالعصر التركي الثاني.
هذا بالإضافة إلى الخلافة الفاطمية، وهى من البربر والصقليين، والسلطنة العثمانية وهى من الترك.
Yang terlihat di sini adalah sejarah Islam sebagai satu satuan politik tunggal-representatif. Karena itu, tidak terlihat satuan-satuan politik yang tidak representatif, selain Bani Fatimah dan kesultanan Usmaniah. Kerajaan Shafawiah (Iran) dan Mughal (India) yang cukup besar dan panjang usianya tidak disebut sama sekali; apalagi kerajaan-kerajaan di daerah pinggiran dunia Islam, seperti yang terdapat di Nusantara dan Afrika Hitam.
Periodisasi Lapidus dalam A History of Islamic Societies
I. The Origin of Islamic Civilization: The Middle East from c. 600 to c. 1200
– The Preaching of Islam
– The Arab-Muslim Imperium (632-945)
– From Islamic Culture to Islamic Society: Iran and Iraq, 945- c. 1200
II. The Worlwide Diffusion of Islamic Societies from the Tenth to the Nineteenth Century
– The Middle Eastern Islamic Societies
– Islam in Central and Southern Asia
– Islam in Africa
III. The Modern Transformation: Muslim Peoples in the 19th and 20th Centuries
– Nationalism and Islam in the Middle East
– Secularism and Islam in Central and Southern Asia
– Islam in the Twentieth-Century Africa
Lapidus tidak melihat Islam sebagai entitas politik, melainkan kelompok umat manusia dengan kebudayaannya yang berkembang dari wilayah yang sempit dan terpisah ke panggung peradaban dunia
Periodisasi Hodgson dalam The Venture of Islam
Marshal G. S. Hodgson menampilkan dua tertib waktu dalam sejarah Islam.
Pertama: Islam sebagai entitas sosial-politik yang berkembang dalam dunianya sendiri

I. The Islamic Infusion: Genesis of a New Social Order
1. The World before Islam
2. Muhammad’s Challenge, 570-624
3. The Early Muslim State, 625-692
II. The Classical Civilization of the High Caliphate
1. The Islamic Opposition, 692-750
2. The Absolutism in Plower, 750-813
3. The Shar’i Islamic Vision, c. 750-945
4. Muslim Personal Piety: Confrontation with History and Selfhood, c. 750-945
5. Speculation: Falsafah and Kalâm, c. 750-945
6. Adab: The Bloom of Arabic Literary Culture, c. 813-945
7. The Dissipation of the Absoluitst Tradition, 813-945
III. The Establishment of an International Civilization
1. The Formation of The International Political Order, 945-1118
2. The Social Order: Mercantile Interests, Military Power, Liberty
3. Maturity and Dialogue among the Intellectual Traditions, c. 945-1111
4. The Sufism of the Tariqah Orders, c. 945-1273
5. The Victory of te Sunni Internationalism, 1118-1258
6. The Bloom of Persian Literary Culture and Its Times, c. 1111-1274
7. Cultural Patterning in Islamdom and Occident

IV. Crisis and Renewal: The Age of Mongol Prestige
1. After the Mongol Irruption: Politics and Society, c. 1258-1503
2. Conservation and Courtliness in the Intellectual Traditions, c. 1258-1503
3. The Visual Arts in an Islamic Setting, c. 1258-1503
4. The Expansion of Islam, c. 1258-1503

V. Second Flowering: The Empire of Gunpowder Times
1. The Safavi Empire: Triumph of the Shi’ah, 1503-1722
2. The Indian Timuri Empire: Coexistence of Muslims and Hindus, 1526-1707
3. The Ottoman Empire: Shari’ah-Military Alliance, 1517-1718
4. Before the Deluge: The Eighteenth Century

VI. The Islamic Heritage in the Modern World
1. The Impact of the Great Western Transmutation: The Generation of 1789
2. European World Hegemony: The Nineteenth Century
3. Modernism in Turkey: Westernization
4. Egypt and East Arab Lands: Revival of the Heritage
5. Iran and the Russian Empire: The Dream of Revolution
6. Muslim in India: Communalism and Universalism
7. The Drive from Independence: The Twentieth Century
Kedua: Islam dalam konteks sejarah Timur Tengah, yang disebutnya Oikoumene atau daerah di antara sungai Nil dan Oxus (Ibid., I:96)
I. Periode Sasani Akhir dan Khilafah Awal (+ 485-692)
Masuknya Islam dalam masyarakat Irano-Semitik dan munculnya tatanan baru. Di Iran, Bulan Sabit Subur dan Arabia jalan sedang diratakan bagi suatu tatanan baru yang kemudian muncul. Mula-mula terjadi goncangan terhadap tatanan Sasani lama; tetapi kejadian utama dalam periode ini adalah kelahiran Muhammad dan kemunculan para pengikutnya ke panggung kekuasaan di wilayah antara Nil dan Oxus, bahkan lebih jauh lagi.

II. Periode Kekhalifahan Tinggi (+ 692-945)
Periode pertama dari peradaban Islam sebenarnya. Sebuah peradaban klasik di bawah kekuasaan Bani Marwân dan Bani `Abbâs awal. Masyarakat Islam membentuk satu negara tunggal yang sangat luas, yakni kekhalifahan, dengan bahasa Arab sebagai satu bahasa ilmu pengetahuan dan budaya tunggal yang semakin dominan. Agama Islam sedang mendapatkan rumusan klasiknya; Kaum Muslimin, Kristen, Yahudi dan Nasrani bersama-sama memperbaharui dan merajut tradisi-tradisi berlatarbelakang pra-Islam menjadi suatu kemekaran majemuk yang kreatif.

III. Periode Tengah Awal (+ 945-1258)
Berdirinya sebuah peradaban internasional yang menyebar ke luar batas wilayah Irano-Semitik. Ekspansi luas dari masyarakat Islam didasarkan atas desentralisasi kekuasaan dan kebudayaan, dalam banyak istana dan dalam dua bahasa, yakni Arab dan Parsi. Kesatuan dipertahankan dengan lembaga-lembaga sosial yang berjalan sendiri melampaui perkembangan kekhalifahan dan mendorong kecanggihan budaya tinggi dan sebuah sintesis dari tradisi-tradisi tulis yang telah dikembangkan pada masa Kekhalifahan Tinggi.

IV. Periode Tengah Akhir (+ 1258-1503)
Masa prestise Mongol: krisis dan pembaharuan lembaga-lembaga dan warisan Islam. Meskipun terjadi kehancuran dan penaklukan negeri-negeri Islam tengah oleh gerakan pagan yang tangguh (bangsa Mongol), norma-norma Islam tetap berpengaruh dan ekspansi berskala dunia berlanjut. Tantangan Mongol meluncurkan satu tradisi politik dan cakrawala-cakrawala baru dalam kebudayaan tinggi di wilayah-wilayah tengah seraya membentuk satu kebudayaan Persi dari Balkan sampai Bengal dan bahkan berpengaruh lebih luas lagi.

V. Periode Kerajaan-kerajaan Bubuk Mesiu (+ 1503-1789)
Kemekaran kebudayaan Persi di bawah kerajaan-kerajaan regional. Rangsangan politik dan kebudayaan Mongol dikembangkan dalam kerajaan-kerajaan regional dengan kebudayaan-kebudayaan yang kurang lebih bersifat regional, terutama dalam tiga kebudayaan: satu kebudayaan Eropa (Turki Usmani), satu terpusat di wilayah Islam lama (Shafawi) dan satu lagi dalam kebudayaan India (Mughal). Masa ini merupakan puncak kekuatan dunia material Islam. Namun, kreativitas dan kemakmuran intelektual memudar di hadapan Barat baru yang sedang mengalami suatu transformasi dasar.

VI. Periode Masa Teknik (+1789-sekarang)
Pusaka Islam terlampaui oleh peradaban lain dalam dunia Modern yang dikuasai teknologi. Karena dampak tatanan dunia baru yang dibawa Barat Modern, syarat-syarat dunia historis peradaban Islam sirna. Dunia bukan lagi berupa suatu masyarakat komprehensif yang berkelanjutan, melainkan suatu pusaka yang dimiliki oleh banyak orang dalam suatu tatanan sosial yang lebih luas yang di dalamnya kaum Muslimin merupakan minoritas; suatu minoritas yang dirugikan oleh peristiwa-peristiwa yang membawa kemakmuran kepada Barat baru, seraya menciptakan tatanan baru.

Periodisasi yang paling baik
Tidak ada yang paling baik
Usulan periode yang lebih mencakup
Sudut pandang sejarawan
Islam sebagai agama
Penutup
Menulis sendiri sejarah
Kepentingan mengajar dan belajar
Memperbaiki secara bertahap

The American Journal of Islamic Social Sciences, vol. 8, no. 3/1995, 436.

Silakan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s